Indonesia Website Awards

Vibrator Beton: Proses Pemadatan Beton Internal dan External

ANTARIKSA – Dalam pembuatan dak, kolom, atau pilar bangunan, beton merupakan material yang sangat penting. Beton terdiri dari bahan-bahan beton seperti semen, agregat, dan air yang dicampur menjadi adukan lalu dituangkan ke dalam bekisting. Selanjutnya beton dipadatkan dan tunggu hingga mengering dan keras.

Untuk memadatkan beton diperlukan alat penggetar yang disebut vibrator beton. Alat ini berfungsi memadatkan sekaligus mengeluarkan udara dari beton. Tujuannya agar adukan beton lebih kuat sehingga agregat dapat saling mengikat dengan sempurna tanpa terhalang rongga udara.

Dalam prosesnya, terdapat dua jenis metode vibrator yang biasa digunakan yaitu pemadatan internal dan pemadatan eksternal. Berikut penjelasan lengkapnya.

Proses Pemadatan Beton Internal

Proses pemadatan internal merupakan proses memadatkan adukan beton dengan cara menyuntikkan getaran ke dalam adukan. Getaran tersebut dilakukan pada titik demi titik penampang agar tidak mengganggu pengaturan bekisting yang telah ditentukan.

Metode ini biasanya diterapkan pada pembuatan balok sloof, balok ring kolom, dan dak yang tidak memungkinkan dilakukan penggetaran melalui formwork. Metode pemadatan beton internal paling sering digunakan baik pada proyek skala kecil maupun besar.

Pada proses pemadatan ini harus dilakukan dengan mesin vibrator internal. Adapun jenis mesinnya terdiri dari needle vibrator atau vibrator jarum dan immersion vibrator atau vibrator celup.

Keduanya berbeda dari bentuk dan cara mengoperasikannya, di mana terdapat bagian jarum yang dicelupkan atau hanya ditusukkan ke dalam beton segar.

Bagian-bagian vibrator internal yaitu:

Power Unit

Power unit adalah bagian yang penggerak dengan sumber energi tergantung jenis mesinnya. Jenis mesinnya sendiri ada dua yaitu elektrikal yang menggunakan energi listrik dan petrol yang menggunakan bahan bakar minyak.

Flexible Shaft

Bagian ini berupa selang yang dapat digerakkan, bentuk dan fungsinya hampir sama dengan flexible shaft pada alat grinder.

Needle

Needle biasa disebut vibrator head. Bagian ini mampu menghasilkan getaran dan disalurkan ke beton segar.

Vibrator internal dapat menghasilkan getaran hingga 12.000 putaran per menit dan dapat memberikan kepadatan sempurna, bebas rongga, dan menghasilkan permukaan yang rata.

Cara vibrator beton ini yaitu:

  • Beton segar dituangkan pada cetakan, kemudian nyalakan unit power.
  • Pegang tepi flexible shaft lalu arahkan ke titik di mana pemadatan dimulai.
  • Berikan getaran pada satu titik dengan durasi 30 detik hingga 120 detik, pastikan kepala vibrator tidak mengenai tulangan atau bekisting.
  • Masukkan head vibrator dengan cepat agar tidak memadat sebelum diberikan getaran.
  • Cabut perlahan agar tidak membekas.
  • Lanjutkan pada titik berikutnya dengan jarak 60 cm.

Setelah diberikan getaran, agregat beton dengan berat tertentu akan merangsek ke bawah dan beton menjadi padat.

Proses Pemadatan Beton External

Pemadatan eksternal dilakukan dengan pemberian getaran dari luar beton. Artinya, tidak ada bagian mesin yang dimasukkan ke dalam adukan. Cara menggunakan mesin ini ialah dengan menempelkannya pada cetakan atau formwork.

Biasanya metode ini digunakan pada pabrikasi beton pracetak seperti jalan layang dan gorong-gorong. Dalam pembangunan gedung, metode pemadatan eksternal juga diterapkan ketika mencetak kolom beton dan membuat tembok yang sepenuhnya beton.

Pada proses penggetaran eksternal, harus menggunakan alat yang disebut shutter vibrator. Mesin ini berfungsi menutup setiap rongga dalam adukan dengan memberikan getaran. Untuk menggunakannya, perlu beberapa alat pelengkap agar dapat beroperasi dengan aman.

Bagian-bagian vibrator eksternal:

Unit Mesin Vibrator Eksternal

Unit mesin vibrator menggunakan sumber energi tenaga listrik, sehingga dapat digunakan dengan power supply berupa genset.

Vibrator jenis ini tidak memiliki bagian needle dan flexible shaft, getarannya disalurkan langsung dari mesin itu sendiri.

Bracket

Bracket ialah komponen pelengkap untuk menempelkan mesin pada formwork yang terbuat dari bahan pelat besi atau baja. Breket untuk vibrator eksternal didesain agar dapat menahan mesin.

Safety Belt

Bagian ini merupakan tali atau sabuk pengaman yang dipasang untuk mengantisipasi mesin terlepas dari bracket, sehingga risiko mesin jatuh dapat dihindari. Dengan demikian, berdasarkan prosesnya terdapat dua jenis vibrator beton yaitu vibrator internal dan eksternal. Vibrator internal digunakan dengan cara menancapkan pada adukan, sementara eksternal digunakan dengan cara menempelkan saja pada formwork.

Artikel Ini Telah Tayang di solusikonstruksi.com dengan Judul: Vibrator Beton Jenis dan Proses Pemadatannya

Editor: Antariksa Group

Bagikan :