Proyek Dermaga, Inilah Isitilah- Istilah yang Harus Diketahui dan Dipahami

ANTARIKSA – Proyek dermaga di Indonesia sedang berkembang dengan pesat baik dari segi teknologi maupun tingkat pelayanannnya. Hal ini dipicu meningkatnya aktivitas perpindahan barang dari satu daerah ke daerah lain melalui jalur laut. Salah satu keuntungan dari peningkatan kualitas proyek dermaga ini adalah sebagai negara kepulauan sangat memudahkan pergerakan logistik sehingga berpengaruh terhadap perekonomian di Indonesia. Biaya logistik secara otomatis akan berkurang jika fasilitas-fasilitas pelabuhan/dermaga pada setiap daerah meningkat.
Pada artikel ini tentu saya tidak akan membahas tentang ekonomi karena memang bukan bidang saya. Namun yang perlu diperhatikan sebagai seorang civil engineer maupun orang yang bergerak dibidang konstuksi harus mengerti komponen-komponen atau istilah apa saja yang ada di proyek dermaga. Terutama sebelum belajar bagaimana. Beberapa isitilah- istilah yang harus dipahami pada proyek dermaga antara lain.
1. Trestle, adalah bagian dari dermaga/pelabuhan yang berfungsi sebagai jalan akses menuju jetty. Konstuksi ini bisa disebut sebagai penghubung antara daratan dan luatan.
2. Jetty, adalah bagian konstruksi dari dermaga/pelabuhan yang berfungsi sebagai bersandarnya kapal-kapal. Jetty ini biasanya terletak pada laut yang agak dalam sesuai dengan rencana draft kapal. Pada jetty ini terdapat berbagai macam alat crane maupun peti kemas.
3. Bollard, adalah material dari besi yang terdapat pada jetty berfungsi sebagai pengikat tali kapal agar tidak terguncang saat berlabuh. Bollard memiliki spesifikasi kapasitas 30 atau 50 ton.
4. Fender, adalah salah satu komponen pada jetty yang berfungsi sebagai penghantar kontak langsung dengan kapal-kapal besar saat menyandar. Type fender bermacam-macam antara lain Fender Supercone dan arch fender.
 
5. Trestle Protector, adalah suatu konstruksi terbuat dari tiang pancang baja yang berfungsi sebagai pelindung trestle apabila ada kapal yang kelewat batas. Posisi trestle protector ini biasanya di sampaing trestle.
6. Light Buoy, adalah rambu-rambu ditengah laut yang digunakan sebagai indikator adanya barang rawan di dasar laut seperti pipa gas dan lain-lain.
7.  Lampu High Mast, adalah bagian dari elektrikal yang berfungsi sebagai penerangan daerah jetty. Syarat dan spesifikasi tertentu dibutuhkan untuk pekerjaan lampu high mast.
8. Mooring Dolphin, adalah bangunan konstruksi sendiri yang terpisah dari bangunan utama dermaga. Fungsi dari mooring dolphin untuk menambat kapal agar tidak terlalu malam.
9. Catwalk, adalah jalan penghubung antara Jetty dengan mooring dolphin.
10. Draft kapal, adalah kedalaman kapal yang tenggelam dalam air.
11. Ponton, adaah kapal-kapal yang digunakan sebagai angkutan material dari stok yard ke lokasi proyek melalui jalur laut. Ada berbagai ukuran type ponton seperti ponton 230 feet, 180 feet dan lain-lain.
12. Tug Boat, adalah kapal kecil bermotor yang digunakan untuk menarik ponton saat membawah angkutan material.
Proyek dermaga memang terlihat lebih sulit dibanding dengan proyek lainnya. Pasalnya, pada proyek dermaga ini dibutuhkan tenaga ahli yang ahli dibidang kelautan dan geoteknik. Hal ini dikarenakan pekerjaan dermaga sangat tergantung kondisi laut pada saat itu. Apabila kondisi laut sedang surut kapal-kapal ponton tidak bisa bergerak sehingga berpengaruh pada kecepatan pekerjaan.
Semoga bermanfaat.
Artikel Ini Telah Tayang di ilmuproyek.com dengan Judul: Istilah-istilah yang harus diketahui dari proyek dermaga
Editor: Antariksa Group
Bagikan :