Precast Reinforced Concrete Pile dalam Konstruksi

ANTARIKSA – Dalam dunia konstruksi, pasti tidak asing dengan istilah precast reinforced concrete pile atau biasa disebut dengan tiang pancang beton. Jenis beton ini merupakan beton bertulang yang dicetak dalam bekisting. Jika beton sudah cukup kuat dan matang, baru diangkat dan dipancangkan sesuai fungsinya.
Reinforced Concrete Pile atau juga disebut tiang pancang adalah material beton berkekuatan tinggi yang dikhususkan untuk kepentingan pondasi sebuah bangunan, struktur dibuat secara khusus untuk menenerima beban dari tekanan atas bangunan.Pada reinforced concrete pile, dibutuhkan penulangan-penulangan berupa baja guna menahan momen lentur yang akan muncul saat proses pemancangan dilakukan. Sedangkan untuk pengecoran sendiri, dilakukan dilokasi konstruksi. Kenapa demikian? Ya,hal ini memudahkan pengangkatan reinforced concrete pile. Jika dibuat dipabrik, maka akan sangat sulit dalam membawanya ke lokasi ksntruksi, apalagi jika transportasi sangat terbatas.

Mengenal kelebihan dan kelemahan reinforced concrete pile

Keuntungan memakai reinforced concrete pile

  1. Reinforced concrete pile memiliki tegangan yang besar. Semakin baik mutu beton, maka tegangan akan semakin besar pula. Mutu beton ini disesuaikan dengan fungsi dan kegunaan dari tiang pancang beton itu sendiri pada konstruksi.
  1. Reinforced concrete pile dapat dihitung sebagai:
  • Friction pile
  • Maupun bearing pile
  1. Tidak memerlukan banyak galian tanah pada konstruksi untuk poernnya, karena reinforced concrete pile tidak berpengaruh oleh tinggi muka air tanah.
  1. Dapat tahan lama dan awet dibanding tiang pancang kayu.
  1. Tahan terhadap pengaruh air dan bahan kimia bersifat korosif. Sifat ini memungkinkan jika beton dekkingnya tebal dan bisa melindungi bagian dalam tulangan beton.

Kelemahan memakai reinforced concrete pile

  1. Beton tiang pancang sangat berat karena dimensinya yang besar. Maka untuk pengangkutannya akan sulit dan memakan biaya mahal. Solusi dari masalah ini ialah, pengecoran reinforced concrete pile dilakukan di lokasi konstruksi hingga tidak diperlukan usaha pengangkutan yang jauh dan sulit.
  1. Butuh waktu lama untuk reinforced concrete pile siap pakai dan diangkat. Proses yang lama ini memang dibutuhkan untuk memastikan kualitas tiang pancang bisa maksimal dan cukup keras.
  1. Penyambungan sukar dilakukan. Kasus ini bisa saja terjadi ketika panjang tiang pancang ternyata kurang. Jika ingin disambung, harus menggunakan alat penyambung khusus.

Perbedaan reinforced concrete pile dengan prestressed concrete pile

Prestressed concrete pile merupakan tiang pancang dengan gaya prategang yang berasal dari  material baja penguat dan kabel kawat, berbeda dengan reinforced concrete pile, jenis tiangpancang ini memiliki keuntungan dan kelemahan tersendiri. Berikut penjabarannya:

Kelebihan Prestressed concrete pile

  1. Mampu memikul beban pondasi yang berat
  2. Memiliki ketahanan yang baik terhadap korosi
  3. Pemancangan keras memungkinkan untuk terjadi

Kelemahan Prestressed concrete pile

  1. Sulit menangani pondasi Prestressed concrete pile
  2. Biaya mahal untuk permulaan pembuatannya
  3. Prategang sulit disambung, terlebih karena cukup banyak terjadi pergeseran

Klasifikasi pondasi untuk reinforced concrete pile

Pondasi dari reinforced concrete pile dapat diklasifikasikan berdasarkan cara penyaluran beban ketanah, yaitu:

  1. End bearing pile/ pondasi dengan tahanan ujung
    Pada pondasi ini, tiang pancang akan menyalurkan beban melalui tahanan pada  ujung tiang menuju lapisan tanah.
  1. Friction pile/ pondasi dengan tahanan gesekan
    Pada jenis tiang pancang ini, beban akan diteruskan ke tanah lewat gesekan antar tiang dan tanah disekitarnya. Butrantanah akan sanagt berpengaruh dimana jika sangat halustidak akan menyebabkan tanah anatar tiangajdi padat.sebaliknya, bila butirantanah kasar, maka tanah sekitaran tang akan ajdi ain padat.
  1. Adhesive pile/ tiangpancang yang memiliki tahanan lekatan
    Penyaluran beban pada jenis pondasi ini berbeda dengan kedua jenis pondasi sebelumnya. Bila reinforced concrete pile  dipancang pada dasar tanah pondasi dengan nilai kohesi tinggi, maka menyebabkan beban yang diterima tiang akan ditahan oleh lekatan, yakni  yang ada diantara tanah sekitar dan permukaan tinggi.

Pemancangan reinforced concrete pile

Pemancangan berarti sebuah usaha untuk menempatkan reinforced concrete pile di dalam tanah. Pelaksanaan kerja ini dibagi ke dalam tiga tahap, mencakup:

  • Pengaturan posisi reinforced concrete pile.
    Tahapan ini meliputi: pengangkatan dan pendirian tiang, proses memindahkan tiang ke lokasi pemancangan, pengaturan arah tiang, dan usaha percobaan pemancangan ke tanah.
  • Proses pemancangan reinforced concrete pile
    Proses ini dilakukan sesuai dengan perencanaan awal. Didalamnya mencakup jumlah pukulan di tiap penurunan tiang (0,25  hingga 0,5 m). Proses ini sangat penting dilakukan dengan hati-hati untuk mengetahui apakah tiang pancang sudah mencapai tanah keras atau belum seperti yang direncanaan sebelumnya.
  • Setting
    Tahap ini meliputi pengukuran penurunan tiang pancang pada tiap pukulan di akhir proses pemancangan. Nilai dari penurunan ini akan digunakan untuk mengetahui kapasitas dukung dari tiang tersebut.

Peralalatan untuk pemasangan reinforced concrete pile

Beberapa alat digunakan untuk pemancangan reinforced concrete pile ke tanah, meliputi:

  1. Hammer:
  • drop hammer
  • single-acting hammer
  • double-acting hammer
  1. leader
  2. tali atau kabel
  3. mesin derek

Untuk proses pemancangan, alat utama yang harus ada ialah hammer dan mesin Derek. Penggunaan keduanya memungkinkan proses pemancangan bisa dilakukan dengan tepat dan cepat.

Pemilihan spesifikasi kedua alat juga harus disesuaikan sesuai kondisi lingkungan. Karena tanah dan lingkungan pemancangan dapat menjadi faktor mesin derek bisa kerja maksimal atau tidak.

Artikel Ini Telah Tayang di solusikonstruksi.com dengan Judul: Mengenal Tiang Pancang Precast Reinforced Concrete Pile

Editor: Antariksa Group

Bagikan :