Indonesia Website Awards

Panel Surya dalam Konstruksi Bangunan

ANTARIKSA – Panel surya merupakan alat yang dimanfaatkan untuk mengonversi sinar matahari menjadi arus listrik dilengkapi dengan sel surya, keterlibatan panel ini menjadi sangat erat hubungannya dengan kebutuhan pembangunan atau konstruksi.

Solar Panel merupakan alat yang dimanfaatkan untuk mengubah energi cahaya menjadi energi listrik dengan menggunakan sel surya. Panel ini juga sering dikenal sebagai sel photoVoltaic atau cahaya-listrik.

Sel surya sangat dipengaruhi adanya efek photovoltaic dalam mengabsorbsi energi matahari dan memicu arus bergerak mengalir diantara dua lapisan dengan muatan saling berlawanan.

Perlindungan terhadap sel surya perlu dilakukan terhadap kerusakan mekanis maupun kelembapan.

Hal ini dapat memicu kerusakan pada efisiensi panel surya secara signifikan. Selain itu, dapat menurunkan masa penggunaan dari apa yang diinginkan.

Apa yang Dimaksud dengan Panel Surya?

Panel surya atau solar panel adalah salah satu pembangkit listrik dengan kemampuan konversi sinar menjadi listrik. energi matahari merupakan energi yang memiliki banyak manfaat.

Hal ini dikarenakan adanya sifat kontinu dalam kuantitas besar serta ketersediaannya melimpah. Matahari sebagai sumber energi utama yang mampu menjadi solusi dalam memenuhi kebutuhan energi di masa mendatang.

Hal ini dikarenakan bergam sumber konvensional akan berkurang apabila dipakai secara terus-menerus. Selain itu, penggunaannya menjadi tidak ramah terhadap lingkungan.

Pemakaian panel surya dinilai sangat efektif, praktis dan tidak menimbulkan kerusakan lingkungan.

Hal tersebut dikarenakan panel surya tidak perlu menggunakan jaringan listrik secara konvensional. Pemasangannya dapat dilakukan secara modular di tiap-tiap lokasi pembangunan dengan konstruksi yang dapat disesuaikan dengan keperluannya.

Posisi yang dianggap tepat untuk pemasangan panel surya adalah berhadapan langsung menuju ke arah datangnya sinar matahari.

Panel ini dilengkapi dengan perlindungan overheating dalam bentuk semen konduktif termal.

Panel Surya Atap

Perlindungan ini dianggap penting disebabkan kemampuan panel surya melakukan konversi di bawah dari 20% dari kebutuhan energi surya menjadi listrik.

Sementara lainnya dapat terbuang menjadi panas dan tanpa menggunakan perlindungan yang sesuai.

Apabila terjadi overheating maka dapat menurunkan tingkat efisiensi pada panel surya secara signifikan. Pemeliharaan panel surya dianggap mudah karena tidak ada bagian atau komponen yang bergerak.

Namun, terdapat hal yang perlu diperhatikan adalah memastikan penyingkiran segala hal yang mampu menghambat atau menghalangi cahaya menuju panel surya.

Prinsip Kerja Sel Surya pada Panel Surya

Sel surya dapat melakukan pekerjaan dengan mamnfaatkan prinsip p-n junction. Penggunaan semikonduktoe umumnya dipakai adalah bahan silikom.

Namun, penggunaan silikon ,urni tidak memiliki pergerakan elektron secara bebas. Maka dari itu, tingkat konduktivitasnya sangat rendah.

Apabila ingin menjadikannya memiliki sifat listrik, maka silikon perlu dilakukan doping dengan menggunakan unsur dopant.

Jenis silikon p dapat diterima jika dilakukan doping menggunakan atom dengan elektrovalensinya 3. Salah satu contohnya adalah Boron.

Silikon jenis ini mengalami kekurangan elektron. Hal ini dikarenakan boron adalah umur dengan memiliki valensi 3.

Hal ini dapat memicu hole yang memiliki sifat akseptor. Sedangkan, untuk memperoleh silikon dengan tipe n maka membutuhkan doping dengan menggunakan atom yang mempunyai elektrivalnesi 5.

Salah satu contohnya adalah fosfor. Elektron pada mineral ini akan berlebih jika dilakukan doping.

3 Jenis Sel Surya Pada Panel Surya

Sel surya adalah komponen utama di dalam panel surya. Terdapat beberapa jenis sel surya yang digunakan hingga sekarang. Beberapa diantaranya meliputi, monokristal, polikristal dan thin film photovoltaic. Berikut penjelasannya :

Monokristal

Jenis panel ini dianggap paling efisien dan efektif dengan kemampuan menghasilakn listrik per satuan luas paling tinggi dibandingkan yang lain.

Perancangan ditujukan untuk pemakaian yang membutuhkan konsumsi listrik besar. biasanya, digunakan pada lokasi yang memiliki iklim ekstrem dan kondisi alamnya liar.

Nilai efisiensinya dapat mencapau 15%. Penggunaan panel ini juga memiliki kelemahan diantaranya tidak dapat bekerja secara baik dengan kondisi cahaya natahari teduh.

Tingkat efisiensi akan mengalami penurunan secara signifikan apabila kondisi cuacanga berawan.

Karakteristik dari panel surya juga memiliki persefi di tiap sudut dengan ukuran lebih kecil apabila dibandingkan dengan jenis polikristal.

Polikristal

Jenis panel surya memiliki penyusunan kristal secara acak. Hal ini dikarenakan pencetakannya dipabrikasi dengan menggunakan cara pengecoran.

Tipe polikristal perlu luasan permukaan lebih besar dibandingkan tipe monokristal. Hal tersebut menghasilkan perolehan daya listrik sama.

Tingkat efisiensi pada panel lebih di bawah apabila dibandingkan dengan monokristal. Maka dari itu, harganya jauh lebih ekonomis.

Thin Film Photovoltaic

Jenis panel surya ini memiliki dua lapisan struktur. Lapisan tipis mikrokristal-silikom dan amorphous memiliki efisiensi modul mencapai 8,5%.

Hal ini menjadikan muatan per watt daya menghasilkan energi sangat besar untuk luas permukaan yang membutuhkan.

Jika dibandingkan monokristal maupun polikristil masih lebih tinggi. pemakaian panel sangat efisien terutama untuk lingkungan udara sangat berawan.

Selain itu, mampu memberikan hasil daya listrik mencapai 45% di atas panel lainnya dengan ukuran daya sama.

Demikian pengertian dan jenis sel surya yang digunakan. Pemilihan panel surya sendiri semakin banyak diambil karena kita menyadari bahwa sumber daya alam terutama minyak bumi semakin menipis.

Karena itulah, adanya sinar matahari bisa manusia manfaatkan untuk menghasilkan energi lain seperti halnya energi listrik.

Artikel Ini Telah Tayang di solusikonstruksi.com dengan Judul: Jenis Panel Surya Dalam Konstruksi Bangunan

Editor: Antariksa Group

Bagikan :