Momen Lentur pada Balok dalam Ilmu Teknik Sipil

ANTARIKSA – Menurut Spiegel (1998 : 19), dalam proses desain balok, pada awalnya kita meninjau masalah momen lentur balok. Momen lentur timbul pada balok sebagai akibat adanya beban padanya.

Pada Gambar A Spiegel (1998 : 20) kembali mengatakan bahwa apabila balok bertumpuan sederhana seperti terlihat pada Gambar A mengalami dua beban terpusat simetris, balok itu akan melentur seperti ditunjukkan sebagai bentuk terdefleksi.

placeholder2 - Mekanika Lentur pada Balok

Spiegel (1998 : 21) menyatakan, tegangan maksimum akibat momen lentur pada balok tersebut dapat ditulis dengan menggunakan rumus lentur:

fb = Mc/I = M/S …………………………………………………………..(1)

dengan:

fb         = tegangan lentur (maksimum di tepi atas dan atau bawah);

M         = momen maksimum yang dialami;

c          = jarak dari sumbu netral ke tepi terluar;

I           = momen inersia penampang melintang terhadap sumbu netral

S          = modulus penampang (S =  I/c) terhadap sumbu netral lentur.

Karena fb adalah tegangan lentur yang timbul pada balok sebagai akibat beban yang bekerja padanya, baja yang digunakan untuk balok itu harus mempunyai kekuatan yang cukup untuk menahan momen tanpa terjadi keruntuhan (Spiegel, 1998: 23).

Spiegel (1998 : 23) menjelaskan apabila momen eksternal mencapai besar maksimum yang diizinkan, tegangan lentur aktual yang terjadi di tepi atas dan bawah akan sama dengan tegangan lentur ijin Fb. Momen tahan internal yang ada pada saat tegangan lentur Fb tercapai disebut Mn.

Setiawan (2008 : 85) menyatakan, tahanan balok dalam desain LRFD harus memenuhi persyaratan:

ϕb.Mn > Mu………………………………………………………………(2)

dengan:

ϕb         = 0,90;

Mn       = tahanan momen nominal;

Mu       = momen lentur akibat beban terfaktor.

Artikel Ini Telah Tayang di gurusipil.com dengan Judul: Mekanika Lentur pada Balok

Editor: Antariksa Group

Bagikan :