Metode Perbaikan Tanah Gambut dengan Kombinasi Bambu dan Geotekstil

Salah satu metode perbaikan tanah yang dapat dilakukan adalah memberikan perkuatan dengan tujuan memotong bidang runtuh tanah. Material yang dapat digunakan untuk perkuatan tanah adalah bahan sintetis seperti geotekstil ataupun bahan alami seperti bambu.

Soewignjo Agus Nugroho, dari Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Riau, melakukan penelitian untuk mengetahui hubungan antara kapasitas daya dukung dengan variasi kedalaman letak perkuatan, lebar perkuatan, spasi antara grid bambu dan geotekstil, dan sudut penyebaran beban.

Dalam penelitian tersebut diketahui perbedaan daya dukung antara tanah tanpa perkuatan dengan menggunakan perkuatan dinyatakan dalam Bearing Capacity Ratio (BCR). Dari studi model di laboratorium diperoleh hasil BCR maksimum sebesar 4,32 pada rasio L/B, d/B, dan s/B berturut-turut adalah 3, 0,25 dan 0,5. Sudut penyebaran beban maksimum sebesar 78,79° pada L/B dan d/B (B adalah lebar pondasi) berturut-turut adalah 4 dan 0,25. Peningkatan BCR dan sudut penyaluran beban sebanding dengan penambahan dimensi perkuatan dan berbanding terbalik dengan jarak perkuatan dari dasar pondasi.

Penelitian ini memang tidak membahas berapa durabilitas material mengingat bambu merupakan material organik yang harus melalui treatment khusus ababila akan digunakan sebagai material perkuatan. Hanya saja dari penelitian ini dapat diketahui perilaku tanah apabila diperkuat dengan kombinasi grid bambu dan geotekstil sehingga dapat menjadi refrensi untuk pelaksaan di pekerjaan lapangan.

Artikel Ini Telah Tayang di belajarsipil.com dengan Judul: Kombinasi Bambu dan Geotekstil Untuk Meningkatkan Dukung Pondasi Dangkal pada Tanah Gambut

Editor: Antariksa Group

Bagikan :