Indonesia Website Awards

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Shotcrete Pada Galian Tanah

ANTARIKSA – Pada artikel sebelumnya sudah dijelaskan mengenai gambaran umum Urutan Pekerjaan untuk Proyek Bendungan Besar. Shotcrete merupakan salah satu cara perkuatan lereng pada bekas galian tanah. Tujuan diberi perkuatan agar tanah tidak longsor.
Menurut American Concrete Institute (ACI), Shotcrete dapat didefinisikan sebagai mortar atau beton yang diberikan tekanan dengan kecepatan tinggi. Komponen campurannya terdiri atas semen, pasir, agregat, air, dan tambahan admixtures.

Beberapa perbedaan beton shotcrete dengan beton normal antara lain ukuran agregat maksimum yang digunakan, proses pelaksanaannya, dan proses pencampuran dari shotcrete bisa kering atau basah.

Metode shotcrete terdiri dari 2 cara yaitu

  1. Wet Shotcrete adalah salah satu metode dimana pencampuran semen, pasir, dan air dilakukan sebelum masuk ke pompa atau mesin, dan ditambahkan tekanan angin dari compressor untuk memberikan kecepatan tinggi untuk penempatan material pada permukaan sasaran.
  2. Dry Shotcrete adalah salah satu metode dimana material pasir dan semen tercampur dalam kondisi kering, kemudian masuk kedalam mesin. Dengan bantuan tekanan compresor material keluar lewat Nozle dan baru tercampur air
Metode shotcrete sering diterapkan pada beberapa proyek yang memiliki galian tanah sangat dalam seperti pada galian spillway dan galian pengelak pada bendungan. Pada saat dilakukan penggalian tanah, otomatis kondisi lereng akan labil. Berbeda jika galian tanah berupa batu. Jika galian batu tentu tidak memerlukan perkuatan lereng lagi.
Penggunaan metode perkuatan lereng sangat tergantung dari jenis tanahnya. Ada beberapa cara memperkuat lereng antara lain kemiringan lereng galian dibuat lebih landai. Cara lain adalah dengan metode shotcrete. Pengertian metode shotcrete adalah perkuatan lereng dengan cara melapisi lereng dengan campuran semen dan pasir. Selain itu juga digunakan besi wiremesh dan ground anchor untuk menambah perkuatan.
Campuran semen dan pasir (Beton) ditembakkan dengan alat shotcrete agar bisa menempel pada dinding lereng. Pada saat menutup lereng dengan shotcrete, maka aliran air dari dalam tanah terhambat. Oleh karena itu dibuatkan saluran pipa- pipa air pada dinding lereng.

Biasanya desain galian pada lereng menggunakan kemiringan 1:2 atau 1:1.5 atau sesuai perencanaan. Galian yang tinggi biasanya setiap 5 m galian diberi Bench sekitar 1-2 m. Hal ini dilakukan agar kondisi galian lebih stabil walaupun nanti pada akhirnya tetap diberi perkuatan tanah.

Berikut ini metode pelaksanaan pekerjaan shotcrete pada galian tanah.
  1. Perkuatan dengan shotcrete biasa dilakukan ketika galian sudah dapat 2 tingkat (10 m). Hal pertama yang dilakukan adalah menyiapkan material seperti campuran beton, wiremesh M10, pipa dia.2,5 inchi, dan jika diperlukan besi untuk ground anchor.
  2. Pemasangan Weep Hole dengan pipa PVC diameter 2,5 in. Jarak pemasangan pipa sangat tergantung dari desain. Biasanya jarak antar pipa sekitar 1,5 – 2 m.
    Metode, Beton, Shotcrete, perkuatan
  3. Pemasangan Ground Anchor atau Rock Bolt. Tidak semua kondisi tanah dipasang dengan rock bolt. Tergantung dari desain perencanaan.
    Metode, Beton, Shotcrete, perkuatan
  4. Pemasangan Wiremesh pada lereng.
    Metode, Beton, Shotcrete, perkuatan
  5. Penembakan beton shotcrete pada lereng. Biasanya tebal beton shotcrete sekitar 10 cm.
    Metode, Beton, Shotcrete, perkuatan
  6. Setelah itu, dilanjutkan galian tanah lagi.
Pelaksanaan pekerjaan shotcrete sangat tergantung dari jenis tanah dan kemiringan lereng. Sehingga mungkin saja metodenya berbeda- beda setiap tempat.
Artikel Ini Telah Tayang di ilmuproyek.com dengan Judul: Pengertian Metode Shotcrete adalah
Editor: Antariksa Group
Bagikan :