Mengenal Seluk Beluk Konstruksi Jembatan

ANTARIKSA – Secara umum, konstruksi terbagi ke dalam 3 jenis yaitu konstruksi gedung, konstruksi jalan, dan konstruksi bangunan air. Konstruksi jembatan termasuk dalam jenis konstruksi jalan karena merupakan elemen pendukung infrastruktur jalan.

Konstruksi jembatan sendiri adalah suatu struktur bangunan yang memiliki fungsi menghubungkan dua bagian jalan yang terputus karena adanya rintangan seperti sungai, saluran irigasi dan pembuangan, lembah, jalur kereta api, waduk dan sejenisnya. Konstruksi jembatan terdiri dari 3 (tiga) struktur yaitu pondasi, struktur bangunan bawah dan struktur bangunan atas, sebagai penghubung jalannya. Berdasarkan strukturnya, jembatan dibagi dalam beberapa jenis sebagai berikut:

Beam Bridge (Jembatan Alang)

Merupakan struktur jembatan yang sangat sederhana. Hanya berupa ruas jalan horizontal yang ditopang dengan tiang vertikal untuk memperkokohnya. Umumnya jembatan tipe ini hanya untuk menghubungkan dua jalan yang berjarak dekat (biasanya tidak melebihi 76 m) karena kekhawatiran semakin panjang jembatan maka semakin lemah juga kekuatannya.

Truss Bridge (Jembatan Kerangka)

Salah satu jenis yang tertua. Truss bridge dibangun dengan menyusun tiang-tiang jembatan membentuk kisi-kisi. Dengan begitu setiap tiang mampu saling menampung berat jembatan, sehingga beban tidak terkumpul pada satu titik. Biaya pembangunan jembatan tipe ini juga relatif lebih ekonomis dibanding lainnya karena penggunaan bahan yang lebih efisien.

Arch Bridge (Jembatan Lengkung)

Seperti namanya, Arch yang juga berarti lengkungan, struktur jembatan tipe ini dibuat secara melengkung seperti busur panah. Memiliki dinding tumpuan di setiap ujungnya, membuat desain jembatan tipe ini lebih kuat jika dibandingkan dengan konstruksi jembatan alang dan kerangka.

Cable-Stayed Bridge (Jembatan Kabel-Penahan)

Konstruksi jembatan tipe ini memanfaatkan kabel, yang ditumpukan pada tower, sebagai elemen yang memikul beban lalu lintas jembatan. Tipe jembatan ini memiliki titik pusat massa yang posisinya relatif lebih rendah. Menjadikan Jembatan Kabel-Penahan sebagai tipe jembatan yang cocok digunakan di daerah yang beresiko gempa.

Suspension Bridge (Jembatan Gantung)

Hampir sama dengan jembatan kabel-penahan, konstruksi jembatan gantung juga memanfaatkan kabel untuk menopang jembatan. Tepatnya, struktur dasar jembatan ini berupa kabel utama (main cable) yang menanggung beban kabel gantung (suspension bridge).

Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.

Artikel Ini Telah Tayang di awrm.co.id dengan Judul: Konstruksi Jembatan – Mengenal Seluk Beluk Si Medan Penghubung

Editor: Antariksa Group

Bagikan :