Jenis dan Struktur Kayu

ANTARIKSA – Secara fisik, kayu adalah material yang  kuat dan kaku. Namun dibandingkan dengan material seperti baja, kayu termasuk bahan yang  ringan dan fleksibel. Kayu sendiri merupakan bahan bangunan tradisional, namun tetap populer dipakai hingga hari ini. penggunaannya sangat luas, seperti dalam berbagai konstruksi baik rumah, ruko, maupun bangunan bertingkat lain.Bicara mengenai kebutuhan konstruksi tentunya tidak hanya pada material besi dan beton, baik itu besi h beam, besi wiremesh maupun beton cor siap pakai dan siap pasang seperti box culvert, precast u ditch, pagar panel dan lain sebagainya.

Material kayu juga sangat berperan penting dalam memenuhi kebutuhan hampir pada setiap konstruksi bangunan, akan tetapi penggunaannya pada zaman sekarang tentunya dibatasi karena alasan pelestarian lingkungan.

Dalam bangunan kayu tradisional, konstruksi ini didukung oleh tiang vertikal besar yang mentransmisikan kekuatan di tanah. Hal ini cukup efektif karena  kayu pada umumnya memiliki kekuatan tekan yang tinggi (kuat tekan).

Selain kelebihan si atas, struktur kayu juga membantu sebuah bangunan untuk berdiri dengan lebih sempurna. Salah satu hal terbaik tentang material ini adalah karena daya tahannya yang cukup lama.

Penggunannya bukan hanya pada bangunan tradisional, namun juga untuk kusen dan keperluan konstruksi bangunan lainnya.  Bahkan kayu yang bermutu tinggi akan bertahan sangat lama hingga ratusan tahun tanpa rusak.

Salah satu kelemahan bangunan dengan struktur kayu ialah bisa terjadinya dekomposisi alami. Hal ini bisa terjadi jika kayu yang digunakan tidak berkualitas dan usianya masih sangat muda untuk sebuah konstruksi.

Seperti bahan alami lainnya, kayu bisa rapuh dan rusak karena kekuatan dekomposisi alami melalui proses yang dikenal sebagai pembusukan, di mana organisme seperti jamur dan serangga, rayap dan kumbang secara bertahap bisa melahap selulosa dan lignin dan mengurangi volume kayu hingga menjadi debu dan akhirnya hilang tanpa sisa.

Namun secara umum, struktur kayu yang dipakai  untuk bangunan saat ini telah melalui banyak tahapan hingga diharapkan, kayu akan bertahan lebih lama. Salah satunya bisa dengan jalan pengecatan hingga membuat kayu lebih tahan akan air dan juga serangan serangga.

Bagi sebuah bangunan, akan lebih sempurna lagi jika bahan kayu yang dipakai ialah bahan kayu yang cukup tua umurnya hingga akan lebih awet ketika dipakai dalam konstruksi hingga berumur ratusna tahun lamanya tanpa kerusakan yang berarti.

Kualitas struktur kayu, selain umurnya juga dipengaruhi pada jenisnya. Maka tidak heran jika kita mengetahui bahwa jenis kayu tertentu akan jauh lebih mahal dibanding dengan jenis kayu lainnya. Memang cukup unik karena masing-masing jenis kayu mengandung unsur yang berbeda hingga mempengaruhi kepadatan dan juga daya tekannya.

Jenis Dan Struktur Kayu

  • Kayu Jati
    Kayu jati sering dianggap sebagai kayu dengan serat dan tekstur yang paling indah. Jenis kayu ini juga termasuk yang paling kuat hingga tak heran jika harganya lebih mahal dibanding beberapa jenis kayu lainnya.Karakteristiknya yang stabil, kokoh dan tahan  lama mampu membuatnya menjadi pilihan utama untuk bahan bangunan. Selain itu, struktur kayu untuk kusen dan berbagai mebel juga sering memilih jenis jati karena lebih tahan jamur, rayap dan serangga lainnya karena kandungan minyak di dalam kayu jati  yang unik dan tidak terdapat pada struktur kayu lainnya. Penggunannya paling cocok untuk diaplikasikan pada pintu dan bingkai, lantai, furnitur, dll.
  • Kayu Merbau
    Kayu merbau berasal dari pulau Irian / Papua. Jenis kayu ini termasuk jenis kayu yang cukup keras dan stabil, tahan terhadap serangga, memiliki warna coklat kemerahan dan kadang disertai dengan pantulan kuning dan memiliki konsistensi garis putus-putus dari serat yang patah. Kayu merbau biasanya memiliki ciri khas dengan melamin gelap. Struktur kayu ini juga sangat cocok untuk pintu, lantai, dll karena tampilannya yang sangat artistic dna berkesan mahal serta mewah.
  • Kayu Bangkirai
    Kayu Bangkirai berasal dari Kalimantan, termasuk jenis kayu yang cukup kuat dan tahan lama. Sifat kekerasan kayu ini juga disertai dengan tingkat kerapuhan yang tinggi.Selain itu, pada kayu bangkirai sering ditemukan lubang. Namun tidak mengurangi kualita dari kayu ini. Lubang ini  masih  bisa ditutupi dengan dempul kayu. Secara struktural, lubang ini tidak mengurangi kekuatan kayu bangkirai itu sendiri.Berkat kekuatannya, kayu ini kerap digunakan untuk bahan konstruksi berat seperti atap kayu. Kayu bangkirai termasuk jenis kayu yang tahan lama sehingga sering dipilih sebagai bahan untuk eksterior bangunan seperti trim, flooring / exterior cladding, dll.

    Ciri khas struktur kayu ini secara fisik berwarna kuning dan kadang agak kecoklatan.

  • Kayu Ulin
    Kayu Ulin berasal dari Kalimantan Timur, termasuk jenis pohon besar yang bisa mencapai 50 meter dengan diameter hingga 120 cm. Kayu ini memiliki ciri khas tersendiri yakni gelap dan tahan terhadap air laut.Struktur kayu ulin banyak digunakan sebagai  bahan konstruksi bangunan berupa tiang konstruksi, atap kayu, strip lantai, kusen jendela, konstruksi jembatan, bantalan kereta api, dll.
  • Kayu Sonokelin
    Kayu sonokeling memiliki warna merah tua / ungu dengan garis-garis hitam gelap. Kayu ini memiliki sifat yang sangat keras dan jika digosok permukannya bisa sangat halus. Kebanyakan, kayu ulin mudah ditemukan  di pulau Jawa dengan ciri khusus berupa serat yang indah seperti ebony, berwarna ungu kehitaman, struktur kayu yang kuat dan tahan lama, sangat keras, halus, dan lebih tahan terhadap air.Struktur kayu sonokelin, selain untuk keperluan interior juga sering dipakai untuk keperluan ekstrior rumah karena sifatnya yang awet dan tahan lama.

Artikel Ini Telah Tayang di solusikonstruksi.com dengan Judul: Mengenal Struktur Kayu dan Penggunaannya

Editor: Antariksa Group

Bagikan :