Inilah Cara Curing Beton Pada Struktural yang Wajib Kalian Tahu!

ANTARIKSA – Beton merupakan struktur utama pada sebuah bangunan yang harus dijaga kualitasnya sampai umur 28 hari. Umur 28 hari biasanya beton mengalami pengerasan optimal dengan pencapaian mutu beton maksimal. Mulai dari umur 1 hari beton harus dirawat (curing) agar mutu beton dapat tercapai dengan sempurna. Inilah mengapa curing beton sangat penting dilakukan pada struktur beton apa pun baik beton pada gedung maupun pada jalan tol. Namun yang lebih utama adalah beton yang berada di luar ruangan karena terpapar langsung sinar matahari dan udara luar.
Curing beton biasa dilakukan pada pekerjaan struktur utama suatu bangunan. Tujuan dari curing beton antara lain:
  1. Menjaga perbedaan suhu beton dengan suhu lingkungan yang terlalu besar.
  2. Menjaga beton dari kehilangan air semen yang banyak pada saat setting time concrete.
  3. Stabilitas dari dimensi struktur
  4. Mendapatkan kekuatan beton yang maksimal
  5. Menjaga beton dari kehilangan air akibat penguapan pada hari- hari pertama sehingga terhindar dari retak-retak pada beton ketika telah mengeras.
Untuk mendapatkan tujuan di atas maka cara curing beton yang benar harus mengikuti prosedur yang tertera pada SNI 6880:2016 tentang spesifikasi beton struktural.
Berikut ini cara curing (perawatan) beton pada struktural:
1. Perawatan (curing) dengan pembasahan
Cara ini menggunakan media air sebagai pelindung beton saat perawatan. Beberapa cara curing Beton antara lain:
  • Meletakkan beton segar dalam ruangan yang lembab (beton Uji/silinder/kubus)
  • Meletakkan beton segar dalam genangan air (beton Uji/silinder/kubus)
  • Menyelimuti permukaan beton dengan karung basah ( pada struktur bangunan)
  • Menyirami permukaan beton secara terus menerus ( pada struktur bangunan)
  • Melapisi permukaan beton dengan material khusus seperti curing compound
2. Perawatan (curing) dengan penguapan/steam
cara curing beton ini hanya bisa digunakan pada daerah dingin. Mungkin di Indonesia tidak pernah menggunakan cara curing seperti ini. Beton yang akan dicuring dipertahankan terlebih dahulu dan beradaa pada suhu 10 – 30 derajat C. Perawatan ini harus diikuti dengan perawatan dengan pembahasan setelah lebih dari 24 jam, minimal selama umur 7 hari agar kuat tekan dapat tercapai sesuai dengan rencana pada umur 28 hari. Sistem curing penguapan dilakukan dengan 2 cara yaitu:
  • Perawatan (curing) dengan tekanan yang rendah berlangsung selama 10 – 12 jam dengan tekanan berkisar antara 40 – 55 derajat C.
  • Perawatan dengan tekanan tinggi berlangsung selama 10 – 16 jam dengan tekanan pada suhu 65 – 95 derajat C. Dengan suhu akhir 40 – 55 derajat C.
3. Perawatan (curing) dengan Membran
Membran yang digunakan untuk perawatan beton ini sebagai penghalang fisik untuk menghalangi penguapan air. Bahan yang digunakan harus kering dalam waktu 4 jam (sesuai final setting time), dan membentuk selembar film yang continue, melekat dan tidak beracun, tidak selip, bebas dari lubang-lubang halus dan tidak membahayakn beton. Lembaran plastik atau lembaran lain yang kedap air dapat digunakan dengan sangat efisien. Curing dengan menggunakan membran sangat berguna pada lapisan perkerasan beton (rigid pavement). Cara curing ini harus dilaksanakan sesegera mungkin setelah waktu pengikatan beton. Cara curing seperti ini dapat juga dilakukan setelah atau sebelum perawatan dengan pembasahan.
Itulah beberapa cara curing beton yang benar. Pada intinya sifat beton harus dijaga kelembabannya dan harus mengalami proses setting yang sesuai prosedur. Setting beton tidak boleh terlalu cepat karena terkena sinar matahari langsung. Hal itu akan berakibat beton mengalami retak-retak. Ini lah mengapa pengecoran pada gedung atau jalan tol sering dilakukan pada malam hari atau siang hari dengan catatan menggunakan tenda pelindung sinar matahari.
Semoga bermanfaat.
Artikel Ini Telah Tayang di ilmuproyek.com dengan Judul: Cara curing beton yang benar
Editor: Antariksa Group
Bagikan :