Industri Konstruksi Indonesia: Identifikasi Rantai Pasok

ANTARIKSA – Dalam industri konstruksi, rantai pasok atau supply chain merupakan sistem yang terkoordinasi yang terdiri dari berbagai pihak, yang berkontribusi (baik secara langsung maupun tidak langsung) dalam keseluruhan jalannya proyek untuk mencapai tujuan proyek dalam menghasilkan produk konstruksi (gedung, hunian, jembatan, jalan, dll). Berbagai pihak yang dimaksud adalah pemilik proyek, arsitek atau konsultan, kontraktor, subkontraktor, pekerja konstruksi, pemasok material proyek, penyedia jasa dan alat konstruksi, dan sebagainya. Rantai pasok satu akan berkaitan dengan rantai pasok lain dan membentuk suatu sistem rangkaian yang kompleks karena melibatkan banyak pihak.

PERAN RANTAI PASOK DALAM PROYEK

Rantai pasok berperan sangat penting sejak awal dimulainya suatu proyek konstruksi. Kelancaran rantai pasok konstruksi mempengaruhi kinerja kontraktor dan menjadi kunci utama apakah proyek konstruksi dapat selesai tepat waktu atau tidak, sesuai anggaran atau tidak, dan sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan atau tidak.

Untuk itu, diperlukan komunikasi yang jelas, pengetahuan dan kesiapan yang memadai dari mana saja sumber daya akan diperoleh, baik meliputi sumber daya material maupun tenaga kerja. Hal ini untuk mencegah kemungkinan terjadinya kesalahan saat berjalannya proyek, agar kemungkinan keterlambatan dapat ditekan secara signifikan sehingga tenggat proyek dapat tercapai.

Diagram rantai pasok konstruksi | Sumber: APPAKSI

Pada praktek di lapangan, keterlambatan proyek sering kali terjadi karena gangguan pada rantai pasok, dan tidak jarang terjadi berulang. Berikut beberapa hal yang kerap menjadi penyebab keterlambatan suatu proyek yang berkaitan dengan rantai pasok:

  1. Keterlambatan pengadaan material yang disebabkan stok kosong karena terhentinya produksi
  2. Spesifikasi material yang tidak sesuai dengan kebutuhan di lapangan
  3. Kendala dalam proses pengiriman
  4. Kualitas material jelek atau material rusak dan cacat
  5. Supplier atau subkontraktor yang tidak andal
  6. Perencanaan yang kurang
  7. Keterlambatan terkait tenaga kerja
  8. Keterlambatan terkait peralatan
  9. Lemahnya kontrol waktu
  10. Kurangnya pengawasan dan kendali
  11. Komunikasi yang tidak efisien

Lokasi dan tingkat kesulitan atau kompleksitas suatu proyek juga bisa menyebabkan keterlambatan proses konstruksi. Pada proyek yang lokasinya berada jauh dari pusat kota, sering terjadi keterlambatan dalam pengiriman material, pengadaan tenaga kerja, peralatan, dan subkontraktor. Sedangkan pada proyek dengan tingkat kesulitan atau kompleksitas yang tinggi, kendala yang sering terjadi adalah perencanaan yang tidak sesuai, kurangnya personil secara teknis, dan kurangnya koordinasi.

Pengadaan material tepat waktu mempengaruhi kelancaran jadwal proyek konstruksi | Foto: Kingfajr / Shutterstock

EFEK DOMINO KETERLAMBATAN

Keterlambatan ini tentunya membawa dampak luas terhadap aspek lain dalam proyek (efek domino). Dari aspek anggaran, akan terjadi peningkatan karena bertambahnya biaya overhead proyek dan biaya lainnya yang terkait dengan upaya-upaya untuk mempercepat pekerjaan. Hal ini mengakibatkan kontraktor bisa mendapat denda keterlambatan sehingga mengalami kerugian finansial.

Dari aspek kualitas juga akan terjadi penurunan karena pekerjaan mau tidak mau dilakukan lebih cepat dari yang seharusnya. Hal ini biasanya menyebabkan kemungkinan “dilanggarnya” beberapa hal teknis demi mengurangi keterlambatan proyek.

Dari aspek waktu, akan menyebabkan kerugian yang tidak sedikit bagi pemilik proyek. Mereka bisa kehilangan opportunity karena proyek belum bisa menghasilkan profit akibat dari produk konstruksinya yang terlambat dipasarkan. Dari aspek non materiil, keterlambatan proyek bisa menjadi sumber konflik baru bagi pemilik proyek dan penyedia jasa, di samping juga menurunkan reputasi bagi kontraktor proyek tersebut.

MANAJEMEN RANTAI PASOK

Dari gambaran di atas, maka rantai pasok berperan sangat penting dalam proses konstruksi. Oleh karena itu, diperlukan manajemen rantai pasok yang profesional, andal, dan dapat dipercaya untuk pengelolaan yang lebih baik. Manajemen rantai pasok yang andal bertujuan untuk membangun suatu system, menjalin komunikasi dan kerja sama yang baik, serta efektif dengan semua pihak yang terlibat dalam rantai pasok di bawah kontraktor utama.

Kontraktor utama ini harus memastikan pihak-pihak yang terkait dalam pengadaan material, alat, dan sumber daya lain mampu dan dapat dipercaya dalam memproduksi dan/atau menyediakan atau mengirim dengan tepat waktu. Koordinator rantai pasok proyek harus melakukan pengaturan untuk mengantisipasi terjadinya keterlambatan agar proses kontruksi dapat selesai dengan biaya yang tidak melebihi anggaran dan dalam kurun waktu tepat sesuai deadline waktu yang ditetapkan. Tidak hanya itu, mutu produk konstruksi juga wajib memenuhi kriteria dan spesifikasi yang disyaratkan.

Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.

Artikel Ini Telah Tayang di constructionplusasia.com dengan Judul: Identifikasi Rantai Pasok dalam Industri Konstruksi Indonesia

Editor: Antariksa Group

Bagikan :