Hukum Pindah Sebelum Sewa Rumah Habis

ANTARIKSA – Pernahkah kamu berniat untuk pindah sebelum masa sewa rumah atau kamar habis? Apakah sisa uang sewa tersebut bisa kembali? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, simak ulasannya secara hukum, yuk!

Sesuatu hal yang mendadak dan mendesak memang bisa terjadi kapan saja.

Sebagai contohnya, jika kamu menyewa rumah atau kamar untuk satu tahun tetapi tiba-tiba ada suatu hal yang membuat kamu harus pindah meski waktu sewanya belum selesai.

Lantas, apakah bisa sisa uang sewanya dikembalikan dan bagaimana penjelasannya secara hukum?

Untuk menjawab kebingungan mengenai hal tersebut, langsung saja simak ulasannya di bawah ini!

Sewa Rumah Termasuk Perjanjian

sewa rumah habis

Perlu kamu ketahui bahwa sewa-menyewa merupakan sebuah perjanjian.

Hal ini tercantum dalam Pasal 1548 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPer) yang isinya:

Sewa menyewa adalah suatu persetujuan, dengan mana pihak yang satu mengikatkan dirinya untuk memberikan kepada pihak lainnya kenikmatan dari suatu barang, selama suatu waktu tertentu dan dengan pembayaran suatu harga, oleh pihak tersebut belakangan itu disanggupi pembayarannya”.

Sebagai sebuah perjanjian, kesepakatan awal antara kamu dengan pemilik rumah sewa tidak dapat diakhiri begitu saja tanpa ada kesepakatan dari kedua belah pihak.

Oleh sebab itu diperlukan perjanjian antara pemilik dan penyewa rumah sebelumnya agar aturan mengenai kegiatan sewa menyewa lebih jelas ke depannya.

Perjanjian Tertulis & Tidak Tertulis

Hal yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah jenis surat perjanjian sewa.

Apakah kegiatan sewa-menyewa ini dilengkapi dengan perjanjian tertulis atau tidak.

Terdapat perbedaan antara sewa yang dibuat tertulis dengan sewa yang tidak tertulis.

Perbedaannya tersebut ada pada masa akhir sewa.

Khusus perjanjian sewa yang dibuat tertulis, aturannya tercantum dalam Pasal 1750 KUHPer. Isinya:

Jika sewa dibuat dengan tulisan maka sewa itu berakhir demi hukum, apabila waktu yang ditentukan telah lampau, tanpa diperlukannya sesuatu pemberhentian untuk itu.”

Lalu, bagaimana jika perjanjian sewa tidak dibuat secara tertulis?

Tidak perlu bingung karena ada juga aturannya yang tercantum dalam Pasal 1751 KUHPer yang berisi:

Jika sewa tidak dibuat dengan tulisan maka sewa itu tidak berakhir pada waktu yang ditentukan, melainkan jika pihak lain bahwa ia hendak menghentikan sewanya, dengan mengindahkan tenggang-tenggang waktu yang diharuskan menurut kebiasaan setempat.”

Sewa Rumah Bisa Berakhir Sepihak

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa perjanjian baru akan berakhir sesuai dengan apa yang tertulis sejak awal.

Meskipun demikian, ternyata ada aturan yang menyebutkan bahwa sewa-menyewa dapat diakhiri sebelum jangka waktu yang ditentukan.

Pembahasan mengenai hal tersebut tercantum dalam Pasal 11 Peraturan Pemerintah No. 44 Tahun 1994 tentang Penghunian Rumah oleh Bukan Pemilik.

Jika hubungan sewa-menyewa putus sebelum waktunya, terdapat dua hal yang perlu diperhatikan:

  • Apabila penyewa dirugikan, pemilik berkewajiban mengembalikan uang sewa.
  • Apabila pemilik dirugikan, penyewa berkewajiban mengembalikan rumah dengan baik seperti keadaan semula dan tidak dapat meminta kembali uang sewa yang telah dibayarkan.

Berdasarkan penjelasan yang ada di pasal tersebut, dapat kita ketahui bahwa uang sewa bisa didapatkan kembali jika hubungan sewa terputus.

Penyebabnya pun harus diakibatkan oleh pelanggaran yang dilakukan oleh pemilik, sehingga merugikan pihak penyewa dan begitu juga sebaliknya.

Itulah informasi mengenai pindah sebelum sewa rumah habis secara hukum.

Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.

Artikel Ini Telah Tayang di 99.co dengan Judul: Bisakah Uang Kembali Jika Pindah Sebelum Sewa Rumah Habis? Ini Penjelasannya Secara Hukum!

Editor: Antariksa Group

Bagikan :