Brandscaping dalam Perancangan Interior Ruang Komersial

ANTARIKSA – Brandscape adalah salah satu konsep marketing, dengan definisinya adalah cara penjual untuk menggunakan nilai suatu merk tertentu untuk mengekspresikan identitas khusus yang menjadi pembeda dari merek-merek serupa yang lainnya. Pada brandscaping, penjual harus dapat menentukan dengan tepat elemen-elemen simbolis yang paling efektif dan pas pada merek tersebut, yang dapat merepresentasikan dengan tepat nilai merek tersebut.

Elemen-elemen simbolis ini dapat terwujud dalam beragam bentuk, mulai dari warna, bentuk, suara, music, hingga bau-bauan tertentu yang menjadi ciri khas dari merk tersebut. Sebagai contoh adalah KFC dengan penggunaan wangi ayam gorengnya sebagai penanda bahwa di lokasi tersebut terdapat gerai KFC, musik khas pada penjual Sari Roti keliling hingga warna khas pada setiap gerai Mc. Donalds.

Penggunaan brandscape ini dapat diterapkan pula pada perancangan interior, dimana hal-hal tersebut juga perlu menjadi pertimbangan saat merancang sebuah gerai retail merek-merek ternama. Beberapa elemen brandscape yang dapat diterapkan pada interior sebuah ruang komersial untuk memperkuat rekognisi dari suatu merk adalah sebagai berikut:

  1. Warna

Penggunaan warna sebagai bagian elemen brandscape sudah menjadi konsep umum yang diterapkan oleh hamper semua merk ternama. Konsep warna yang diterapkan pada interior suatu retail biasanya konsisten dengan warna logo yang dimilikinya. Sebagai contoh warna merah yang diterapkan pada KFC, warna monokrom pada merk Zara, hingga warna Biru tua pada bank BCA.

  1. Bentuk

Dengan penggunaan bentukan-bentukan yang khas dan menarik pada interior suatu gerai retail atau komersial, tentu akan lebih memudahkan konsumen untuk mengingat dan mengenai suatu merk dari jauh. Trik ini dapat terlihat digunakan oleh brand Eiger, Planet Sports, Adidas, dll.

  1. Musik

Penggunaan musik sebagai elemen brandscape adalah hal paling umum kedua setelah penggunaan warna. Tentu saja dengan penggunaan jingle yang memikat dan mudah dihapalkan, dapat membuat konsumen secara tidak sadar untuk mengingat merk tersebut. Contoh yang dapat ditemui sehari-hari adalah jingle Sari Roti yang digunakan secara konsisten oleh penjual roti keliling, jingle supermarket Giant, dan lain-lainnya

  1. Bau-Bauan

Penggunaan bau-bauan sebagai elemen simbolis penciptaan nilai suatu brand dapat terlihat pada merk Breadtalk, KFC, Starbucks, hingga Mc. Donalds.

Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.

Artikel Ini Telah Tayang di binus.ac.id dengan Judul: Fungsi Brandscaping Untuk Perancangan Interior Ruang Komersial

Editor: Antariksa Group

Bagikan :