Batasan Suatu Korosi Beton yang Diijinkan untuk Konstruksi

ANTARIKSA – Artikel ini saya tulis karena memang ada beberapa pertanyaan dalam benak saya ketika melihat proyek-proyek yang menggunakan besi beton berkarat/korosi tetap digunakan untuk konstruksi bangunan. Tentu dalam benak saya bertanya-tanya apa batasan suatu korosi beton yang diijinkan untuk konstruksi. Seperti yang kita tahu bahwa penggunaan material dalam bangunan sangat berpengaruh terhadap kualitas bangunan di hari kemudian. Jika material yang digunakan di bawah standar yang direncanakan akan berakibat fatal karena mengurangi kekuatan struktur bangunan.
Besi beton merupakan salah satu material struktur utama yang digunakan untuk menahan gaya tarik pada suatu element struktur. Biasanya terdapat pada balok, kolom, pondasi, pelat dan sebagainya. Penggunaan besi beton sudah direncanakan dan dihitung oleh konsultan untuk menahan suatu beban struktur yang ditimbulkan sehingga sebagai kontraktor tidak diijinkan menurunkan jumlah besi maupun mengganti diameter besi tulangan. Lalu apa jadinya jika besi yang digunakan sudah mengalami karat atau korosi?
Korosi adalah proses kerusakan atau degradasi logam akibat reaksi redoks antara suatu logam dengan berbagai zat di lingkungannya. Proses korosi pada besi beton di proyek masih sering terjadi karena berbagai faktor antara lain.
  1. Penyimpanan gudang besi yang kurang tepat. Pada musim hujan tidak pernah ditutup dengan terpal atau yang lainnya.
  2. Pemasangan besi beton yang terlalu lama. Pada musim hujan seperti ini seharusnya jangan terlalu banyak menyimpak stok besi karena jika pemasangan pada bangunan masih lama akan terjadi korosi.
  3. Besi yang sudah terpasang namun tidak segera dicor juga akan berakibat rentan terkena karat.
  4. Sengaja membeli besi beton yang berkarat karena lebih murah. Di dunia proyek memang dituntut untuk mengambil keuntungan yang tinggi namun bukan berarti menurunkan kualitas dengan membeli besi yang sudah berkarat.
Korosi besi memang tidak bisa dihindari namun bisa diminimalisir. Salah satu cara untuk meminimalisir korosi di lapangan adalah jangan terlalu lama menyimpan besi di tempat terbuka. Segera dipasang dan dicor beton agar kualitas material tetap terjaga. Kalaupun terpaksa terjadi korosi besi harus kembali ke peraturan SNI tentang batas-batas yang diijinkan.
Menurut SNI 07-2052-2014 menyebutkan bahwa hanya karat ringan yang dijinkan dalam penggunaan bahan konstruktsi. Yang dimaksud dengan karat ringan adalah karat yang terjadi hanya di permukaan besi, apabila di gosok secara manual dengan sikat kawat tidak meninggalkan cacat pada permukaan.
Pada dasarnya jika karat tersebut sampai meninggalkan cacat pada permukaan besi akan mengurangi luas tulangan. Karena perhitungan kuat tarik suatu besi beton berdasarkan luas tulangan yang dihasilkan diameter besi.
Semoga bermanfaat.
Artikel Ini Telah Tayang di ilmuproyek.com dengan Judul: Batas korosi besi beton yang diijinkan
Editor: Antariksa Group
Bagikan :