Indonesia Website Awards

Bahan Campuran Aspal: Zeolit Sebagai Material Konstruksi

ANTARIKSA – Penggunaan zeolit pada konstruksi biasa dimanfaatkan sebagai bahan campuran aspal hangat untuk perkerasan jalan raya yang biasanya menggunakan material alam ini.

Sebagai bahan informasi mengenai batuan ini, di sini kami coba uraikan mengenai bagaimana penggunaan Zeolit pada kebutuhan konstruksi dan apa saja metode yang digunakan?

Penggunaan zeolit pada kebutuhan konstruksi biasanya dimanfaatkan sebagai salah satu bahan kombinasi perkerasan jalan raya. Perpaduan aspal dengan zeolit alam maupun sintesis memberikan hasil perkerasan yang optimal.

Zeolit sendiri merupakan salah satu mineral hasil pertambangan yang memiliki kerangka di tiap unit tetrahedral alumina dan silika. Kedua senyawa tersebut memiliki hubungan dengan atom oksigen.

Pemakaian zeolit diharuskan melalui tahapan sebelum digunakan dengan cara mengaktifkannya. Hal ini dilakukan untuk membersihkan zat pengotor dari oksida logam. Hal ini membuat penukaran ion dan kapasitas penyerapannya dapat bekerja secara optimal.

Proses pengaktifan mineral zeolit dari alam dapat dilakukan dua metode. Cara pertama dilakukan proses pemanasan pada bagian fisiknya dengan capaian temperatur 3000-3750 kurun waktu 3-4 jam.

Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi air yang masih ada di dalam rungga zeolit dan membersihkan zat pengotornya. Sedangkan, cara kedua dengan bantuan bahan kimia dengan menambahkan asam maupun basa.

Bagaimana Penggunaan Zeolit pada Konstruksi secara Umum?

Pemanfaatkan zeolit dibidang konstruksi salah satunya adalah perkerasan jalan. Lapisan diletakan berada diantara lapisan tanah dasar maupun rodak. Fungsinya untuk sarana transportasi agar aman dan nyaman untuk dilewati.

Selain itu, pelayanan perkerasan jalan tidak mudah mengalami perusakan. Apabila menginginkan perkerasan jalan yang baik dengan kualitas bagus dan sesuai harapan.

Maka membutuhkan pengetahuan mengenai sifat, pengolahan dan pengadaan mengenai bahan material yang digunakan. Penambahan zeolit pada campuran secara bersama dengan aspal yang dipanaskan dengan capaian suhu yang sudah ditentukan.

Kombinasi antara aspal dengan agregat dengan pemanasan tinggi dapat memicu zeolit melepaskan air yang terkandung di dalam rongga-rongganya.

Air yang dilepaskan dapat menimbulkan volume aspal semakin meningkat dengan timbulnya busa pada aspal. Busa ini memiliki indikasi bahwa viskositas aspal mengalami penurunan dengan singkat sedangkan volumenya berkembang berkisar 30 kali semakin besar.

Proses ppercampuran dapat dikerjakan dengan suhu rendah apabila viskositas menurun dengan tingkatan tertentu.

Aplikasi Penggunaan Zeolit Pada Konstruksi dengan Campuran Aspal Hangat

Mineral zeolit mengandung dua unsur utama yaitu oksida silica dan alumina zeolit dengan kisaran 61, 4% – 70,98% dan 10,19%-14,17%. Pada mulanya, zeolit memiliki ukuran besar lalu dilakukan pemecahan menjadi berukuran lebih kecil sesuai dengan penggunaannya.

Pemecahan biasanya dilakukan di pabrik. Pemakaian zeolit sebagai bahan campuran aspal. Maka, bentuk yang dianggap paling tepat adalah bubuk.

Zeolit yang dipilih adalah butiran halus yang lolos saringan berukuran 0,074 milimeter. Penggunaan metode untuk mengaktivasi zeolit alam agar menghasilkan air lebih banyak dan efektif.

Metode ini dilakukan dengan cara melakukan pemanasan zeolit yang sudah lolos penyaringan ke larutan bahan kimia.

Material yang dipilih adalah larutan HCl dengan temperaturan berkisar kurang dari 180 derajat celsius. Waktu yang diperlukan dalam pemanasan berkisar 3 jam.

Zeolit yang sudah dilakukan pemanasan dapat dilakukan penirisan dengan suhu ruangan lalu dilakukan cuci air hingga bersih. Penerisan dilakukan dengan suhuruangan tanpa melakukan pemanasan kembali untuk membantu mengeringkan zeolit.

Hal ini dilakukan agar mampu membersikan muka pori-pori pada zeolit, membuang kotoran dan pengautan kembali posisi aton yang ditukarkan. Hal tersebut mampu menghasiilakan kualitas zeolit dengan absorbsi air maksimal.

Metode Foaming Penggunaan Zeolit Pada Konstruksi Perkerasan

Pembuatan bahan campuran aspal untuk perkerasan jalan terdapat beragam metode. Salah satunya adalah metode foaming. Metode ini menggunakan bahan mineral sintesis maupun alami yang sudah diaktivasi dari zeolit.

Bahan mineral ini mampu menjadi sumber dari penguapan air. kandungan mineral zeolit memiliki komposisi 20% kristal air yang mampu terlepas saat dipanaskan dengan capaian suhu 100 derajat celcius.

Proses melepaskan kristal air pada zeolit dapat menyebabkan timbulnya busa atau lebih dikenal sebagai uap yang mampu memberikan daya tahan kurun waktu 6-7 jam.

Selain itu, proses pemanasan mengalami penurunan di bawah 100 derajat celsius. Penggunaan metode ini dapat menurunkan suhu menjadi 30 derajat celsius dengan kualitas padatan baik.

Beragam metode untuk menghasilkan perpaduan bahan aspal terbaik. Beberapa diantaranya meliputi, gabungan antara fiber dengan bahan organik. Selain itu, dapat menggunakan zeolit dengan fiber.

Artikel Ini Telah Tayang di solusikonstruksi.com dengan Judul: Penggunaan Zeolit Sebagai Material Konstruksi

Editor: Antariksa Group

Bagikan :