8 Teknologi Konstruksi Inovatif Part 1

ANTARIKSA – Teknologi konstruksi diciptakan untuk mendukung keberlangsungan umat manusia. Hal-hal yang terkait dengan masalah lingkungan menjadi salah satu pertimbangan bagaimana teknologi merespon hal ini. Apalagi isu perubahan iklim dan keberlanjutan bumi di masa datang membuat para desainer dan kontraktor harus menyesuaikan produk-produknya agar selaras dengan perkembangan zaman.

Berikut adalah beberapa teknologi konstruksi inovatif yang sangat sesuai dengan tren desain dan pembangunan yang berkelanjutan.

Drone

Penggunaan drone di lokasi kerja, baik di bidang konstruksi maupun bidang kerja lainnya terus meroket. Hal itu karena drone, khususnya dalam pekerjaan konstruksi, dapat digunakan untuk memonitor area tempat kerja, apakah terdapat kerusakan pada peralatan ataupun terdapat pelanggaran keamanan, serta dapat melakukan survei pemetaan topografis dengan biaya yang jauh lebih murah dari biaya standar. Di samping itu juga, teknologi ini dapat meningkatkan keselamatan pekerja dalam melakukan tugas berbahaya, seperti melakukan pengukuran pada area yang sulit dijangkau.

Virtual Augmented Reality

Training menggunakan Virtual Reality (VR) jauh lebih menarik daripada menggunakan video atau kurikulum kuliah lainnya karena membekali pesertanya dengan persiapan yang lebih akurat dan lebih nyata, serta memungkinkan mereka untuk berperan dalam mengontrol level materi yang mereka pelajari. Tidak hanya itu, VR juga memungkinkan para operator peralatan untuk menjalankan simulasi yang terlalu berbahaya untuk direplika, seperti bencana alam atau malfungsi peralatan yang parah.

Dapat dikatakan, VR memberikan pengalaman digital, dengan juga menerapkan Augmented Reality (AR) di dalamnya, merupakan aplikasi teknologi VR dalam skenario yang terjadi di dunia nyata. Dengan AR, pekerja konstruksi dapat melihat beragam rencana dan data selagi berada di lokasi dengan cara mengenakan kacamata khusus yang dilengkapi AR atau menggunakan perangkat seluler yang dilengkapi kamera. Teknologi AR juga memungkinkan untuk menghasilkan model 3D di atas denah 2D sehingga memungkinkan perencanaan arsitektur yang lebih akurat.

Wearable AR adalah gabungan antara teknologi Internet of Things (IoT) dan Augmented Reality (AR) yang kelak akan banyak dipakai | Gorodenkoff / Shutterstock

Wearable Augmented Reality

Aplikasi gabungan antara teknologi Internet of Things (IoT) dan Augmented Reality (AR), menciptakan AR yang bisa dikenakan, sebagai contoh Microsoft Hololens. Alat ini adalah kacamata yang memungkinkan para pekerja untuk mengakses rencana bangunan, membuat model struktural dari hasil pemindaian lokasi di sekitarnya, membuat pengukuran jarak secara mandiri, serta memungkinkan pekerja dan desainer untuk membuat berbagai modifikasi saat berada di lokasi. Semua ini bisa dilakukan dengan hands-free (tanpa menggenggam perangkatnya).

Connected Hardhats (Helm Pintar)

Tidak hanya di bidang konstruksi, ketika area kerja yang dihadapi pekerja terpapar pada lingkungan yang beresiko atau berbahaya, maka mereka membutuhkan helm proyek. Pemasangan kamera khusus seperti Augmented Realty (AR) pada helm tersebut dapat dipergunakan untuk memantau potensi bahaya kecelakaan kerja. Elemen IoT (Internet of Things) yang ditambahkan di dalamnya, seperti sensor gerakan, suhu dan kemampuan memantau lokasi, memungkinkannya untuk memperingatkan bahwa seorang pekerja sedang merasa pusing atau kepanasan (overheated). Alat ini juga dapat mengetahui jika seorang pekerja jatuh untuk kemudian memicu panggilan telepon darurat ke petugas emergensi yang terkait.

Di samping hal-hal yang dapat meningkatkan keselamatan pekerja tersebut, APD canggih ini juga memungkinkan para engineer untuk dapat melihat lingkungan sekitar dengan lebih detail. Ketepatan data yang dikumpulkannya memungkinkan untuk melakukan penilaian yang lebih baik atas kesalahan yang terjadi di tempat kerja untuk mencegah kejadian serupa berulang kembali.

SmartBoots (Sepatu Bot Pintar)

Kemajuan teknologi dalam APD proyek lainnya adalah SmartBoots atau sepatu bot pintar. Sepatu ini dilengkapi dengan sensor yang dapat mengukur kelelahan pekerja, memperingatkan petugas emergensi saat keadaan darurat, serta berkomunikasi dengan alat berat untuk mencegah kecelakaan kendaraan proyek. Energi untuk mengoperasikan sepatu bot tersebut dihasilkan dari langkah-langkah kaki pekerja.

Sepatu pintar ini juga dilengkapi dengan perangkat RFID yang dapat segera mengidentifikasi pekerja saat mereka memasuki lokasi proyek. Hal ini memungkinkan manager proyek untuk secara otomatis menetapkan tugas-tugas bagi mereka melalui perangkat seluler. SmartBoot ini diprediksi akan lebih banyak digunakan di tahun-tahun mendatang, tidak hanya sebatas di lokasi proyek, tetapi juga di pertahanan militer dan di lingkungan petugas emergensi atau tanggap darurat lainnya, seperti paramedis, petugas pemadam kebakaran, dan sejenisnya.

Kini tengah dikembangkan sistem pemantauan struktural yang menggunakan sensor untuk memantau kekuatan dan kelemahan struktur dalam sebuah proyek | Metamorworks / Shutterstock

Smart Infrastructure

Hexagon Geosystems mengembangkan sistem pemantauan struktural yang menggunakan sensor untuk memantau kekuatan dan kelemahan struktur tertentu yang tidak terlihat oleh mata manusia. Monitor ini dapat membantu memprediksi masalah struktural sebelum terjadi sehingga memungkinkan pemilik proyek untuk membawa kru konstruksi agar dapat melakukan perawatan yang diperlukan sebelum lokasi proyek menjadi berbahaya.

Dalam lingkungan alami seperti kejadian jatuhnya batu-batuan dan di lokasi tambang, teknologi pemantauan ini dapat digunakan untuk menilai konsistensi kekuatan struktural sebuah proyek. Tujuannya untuk mengurangi pekerja terpapar resiko yang berbahaya dan memperingatkan kru bila ada kondisi yang membahayakan keselamatan.

Nanotube Carbon (Tabung Nano Karbon)

Nanometer adalah ukuran yang teramat sangat kecil, di mana ukuran 1 nanometer setara dengan sepersejuta meter. Tabung nano karbon merupakan komposisi senyawa karbon yang berbentuk tabung berukuran nano. Meskipun sangat sulit membangun bahan dengan skala nano, namun kini dengan teknologi seperti electron-beam lithography, para engineer telah berhasil membuat tabung karbon dengan ketebalan dindingnya hanya 1 nanometer.

Tabung nano karbon ini sangat ringan dan kuat sehingga dapat tertanam ke dalam bahan bangunan lain, seperti kayu, kaca, logam dan beton. Fungsinya adalah untuk menambah kepadatan dan kekuatan tarik. Para engineer bahkan bereksperimen dengan sensor skala nano yang dapat memantau tekanan di dalam bahan bangunan dan mengidentifikasi potensi patah atau retak sebelum hal tersebut terjadi.

Insulasi Aerogel

Aerogel bobotnya amat sangat ringan, bahkan nyaris tidak berbobot, namun dapat dipintal menjadi lembaran tipis kain aerogel. Di dalam proyek konstruksi, kain aerogel memperlihatkan sifat super isolasi. Bahkan dalam pengujiannya, bahan ini memiliki dua hingga empat kali kekuatan isolasi fiberglass tradisional.

Berbeda dengan gel rambut, aerogel bukan berbentuk zat basah. Aerogel dibuat dengan mengeluarkan cairan dari gel hingga hanya menyisakan struktur silika, yang merupakan 90-99% udara. Meskipun saat ini aerogel masih tergolong sangat mahal, namun ke depannya diprediksi harganya akan menurun sehingga bahan ini dapat digunakan secara luas dalam konstruksi.

Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.

Artikel Ini Telah Tayang di constructionplusasia.com dengan Judul: Teknologi Konstruksi Inovatif Masa Depan, Bagian 2

Editor: Antariksa Group

Bagikan :