Indonesia Website Awards

5 Cara Pengoptimalan Ventilasi Sekaligus Hemat Energi di Rumah

antariksagroup.com – Rumah yang sehat tidak hanya dilihat dari kebersihannya, tetapi juga seberapa baik sistem ventilasi yang dimilikinya. Sistem ventilasi yang baik harus mampu menyediakan celah bukaan yang cukup untuk menyalurkan udara secara maksimal dari dalam dan luar rumah. Lalu, bagaimana cara mengoptimalkan ventilasi di rumah?

Ada banyak keuntungan yang didapat jika hunian Anda memiliki ventilasi yang baik, di antaranya:

  • Menjaga kelembapan udara dan membuat suhu di dalam rumah jadi lebih nyaman.
  • Mengeluarkan polusi dari dalam rumah seperti asap rokok, bakteri, atau asap dapur.
  • Menghangatkan ruangan karena rongga ventilasi bisa menjadi jalur bagi cahaya matahari masuk.
  • Menghemat energi karena Anda tak memerlukan bantuan AC atau kipas angin untuk mendapatkan aliran udara segar.

Ventilasi yang baik di rumah ternyata tidak hanya menyehatkan, tetapi juga membuat hunian lebih hemat energi, sehingga lebih ramah di kantong. Sirkulasi yang lancar memastikan udara dapat bergerak bebas ke seluruh area rumah, menggantikan udara hangat di dalam dengan udara yang lebih sejuk dari luar rumah. Dan seluruh proses ini berlangsung tanpa membutuhkan AC atau pendingin ruangan.

Nah, sekarang coba periksa kembali, apakah ventilasi di rumah Anda sudah cukup baik dan memberikan deretan manfaat di atas? Apakah hunian Anda sudah hemat energi? Kalau belum, inilah saatnya untuk mengoptimalkan ventilasi di rumah Anda. Bagaimana caranya?

Simak 5 cara mengoptimalkan ventilasi di rumah berikut ini:

1. Memasang exhaust fan

Penggunaan exhaust fan bisa jadi salah satu solusi untuk mengoptimalkan ventilasi di rumah Anda dengan cara mempercepat sirkulasi udara di dalam rumah.

Cara kerja exhaust fan adalah dengan mengisap udara yang ada di dalam ruangan dan membuangnya ke luar ruangan. Pada saat bersamaan, exhaust fan juga menarik udara segar dari luar ruangan, sehingga membuat udara di dalam ruangan menjadi lebih sejuk.

Exhaust fan bisa dipasang di dinding ataupun di langit-langit, di ruangan yang minim ventilasi, atau di ruangan yang membutuhkan sirkulasi udara dengan cepat, seperti di kamar mandi atau dapur.

2. Membuka jendela

Ketika udara di luar lebih dingin dan lebih kering daripada udara di dalam ruangan – misalnya saat malam hari atau saat hujan – Anda bisa membuka jendela lebar-lebar dan biarkan udara segar itu mengalir masuk ke dalam rumah. Jika tidak ada angin, Anda bisa memasang kipas angin besi untuk mendorong pergerakan udara, baik ke dalam maupun ke luar rumah.

Jika hunian Anda bertingkat, pastikan untuk membuka jendela di lantai bawah dan lantai atas. Jendela di lantai bawah akan menjadi jalur bagi udara dingin untuk masuk ke dalam rumah, sedangkan jendela yang lebih tinggi berfungsi untuk mengeluarkan udara hangat dari dalam ke luar rumah.

3. Memasang kipas angin plafon

Solusi lain untuk meningkatkan aliran udara adalah dengan memasang kipas angin di plafon atau ceiling fan. Menggunakan kipas angin plafon membantu mengalirkan udara di dalam ruangan dengan mendorongnya ke bawah. Meski tak bisa serta-merta mendinginkan ruangan, putaran baling-balingnya dapat membantu menggerakkan udara ke bawah ruangan.

Untuk memberi efek sejuk, jangan lupa perhatikan juga arah putar baling-baling kipas. Saat udara panas, pastikan kipas berputar berlawanan arah jarum jam. Ini akan mendorong udara lurus ke bawah dan menciptakan efek angin dingin. Sebaliknya, baling-baling yang berputar searah jarum jam akan menciptakan efek udara hangat, sehingga cocok diterapkan saat cuaca dingin atau musim hujan.

4. Memasang ventilasi silang

Bagi Anda yang tengah merencanakan pembangunan rumah, memasang ventilasi silang bisa jadi solusi untuk mengoptimalkan aliran udara. Ventilasi silang merupakan bukaan (bisa berupa pintu atau jendela) dari dua arah dalam sebuah rumah, sehingga udara akan masuk melalui satu bukaan dan langsung mengalir keluar melalui bukaan lain yang berada di hadapannya.

Penempatan bukaan yang tepat akan memberikan jalur untuk udara masuk dan berputar di dalam rumah, dan membuang udara dari dalam keluar rumah. Dengan begitu, kualitas udara dan suhu di dalam rumah akan tetap terjaga.

Peletakan ventilasi silang harus direncanakan secara cermat dengan memperhitungkan arah angin. Ventilasi silang bukan sekadar menempatkan bukaan pada sisi tembok yang berlawanan, karena bukaan yang benar-benar berseberangan malah akan membuat angin lewat begitu saja dan tidak berputar ke seluruh ruangan.

5. Membuat jendela yang lebar dan tinggi

Memasang jendela yang lebar dan tinggi berarti memasukkan lebih banyak udara ke dalam rumah. Memasang jendela setinggi minimal 1 meter dapat membantu pergerakan udara di dalam ruangan dan juga mengurangi beban panas pada langit-langit.

Tapi tak sekadar lebar dan tinggi, jendela juga harus bisa dibuka selebar-lebarnya agar udara bisa melewatinya dengan bebas.

Nah, itu dia 5 cara mengoptimalkan ventilasi di rumah yang bisa Anda coba.

Dengan langkah sederhana dan sedikit perubahan, Anda bisa mendapatkan rumah dengan ventilasi yang baik, dan sekaligus menghemat energi karena Anda tak perlu lagi sering- sering menggunakan AC untuk mendinginkan ruangan.

 

Artikel ini telah tayang di :
https://www.rumah.com/panduan-properti/ventilasi-udara-di-
rumah-45340

Bagikan :