4 Perbedaan Apartemen, Flat, dan Kondominium

ANTARIKSA – Selama ini kita mengenal beberapa model hunian seperti rumah tapak dan hunian vertikal. Untuk hunian vertikal sendiri ada beberapa jenis, yaitu apartemen, kondominium, flat, rumah vertikal, dan rusun. Kalau rusun, pasti kamu sudah tahu letak perbedaannya dengan apartemen. Bagaimana dengan apartemen, kondominium, dan flat?

Bagi masyarakat awam, ketiga jenis hunian vertikal tersebut terdengar sama saja. Sama-sama berlokasi di dalam gedung bertingkat. Padahal ketiga hunian vertikal tersebut memiliki beberapa perbedaan, lho.

Ingin tahu apa perbedaan dari apartemen, flat, dan kondominium? Yuk, simak penjelasan singkatnya berikut ini!

1. Asal-usul istilah apartemen, flat, dan kondominium

google.com

Asal-usul istilah hunian vertikal berupa hunian apartemen, flat, dan kondominium bermula pada sejumlah negara. Istilah apartemen pertama kali digunakan oleh Amerika Serikat untuk menyebutkan sebuah hunian yang berada di gedung bertingkat.

Menurut definisi, apartemen adalah sebuah jenis tempat tinggal yang menempati sebagian ruang dari sebuah bangunan. Biasanya satu gedung apartemen terdiri atas puluhan hingga ratusan unit.

Istilah flat digunakan oleh negara Inggris. Mereka menyebut hunian yang ada di dalam gedung bertingkat dengan istilah flat. Bentuknya sama dengan hunian interior apartemen, hanya berbeda penyebutan saja.

google.com

Istilah kondominium berasal dari Italia. Kata kondominium merupakan gabungan dari kata con yang memiliki arti bersama-sama dan kata dominium yang memiliki arti kepemilikan.

Dilihat dari segi definisi, kondominium adalah suatu bentuk hak guna atas beberapa bagian suatu bangunan. Misalnya unit hunian dimiliki secara pribadi, sedangkan bagian lorong, lift, eksterior, kolam renang, dan aneka fasilitas lainnya adalah milik gedung.

2. Penggunaan istilah apartemen, flat, dan kondominium

Penggunaan istilah apartemen dan flat lebih mengarah pada bangunan fisik bentuk hunian vertikal. Sedangkan penggunaan istilah kondominium lebih mengarah pada hak guna bangunannya.

google.com

Namun di kalangan pemain properti tanah air, istilah apartemen atau apartemen studio biasanya merujuk pada hunian vertikal yang disewakan. Sedangkan istilah kondominium merujuk pada unit apartemen yang dimiliki oleh masing-masing orang. Istilah flat sendiri jarang digunakan di Indonesia.

3. Pasar apartemen dan kondominium di Indonesia

google.com

Pemilik kondominium tidak memiliki hak atas tanah, atap hunian, dan lorong gedung yang ditempati. Namun mereka memiliki hak penuh atas unitnya. Mereka berhak melakukan apa pun terhadap unit kondominium tersebut, baik menjualnya atau menyewakan kepada pihak lain. Pemilik apartemen tidak bisa berbuat demikian karena hanya berstatus penyewa.

google.com

Akibatnya, pasar kondominium dan apartemen di Indonesia memiliki target yang berbeda. Kondominium cukup diincar masyarakat yang mengutamakan nilai investasi karena unit tersebut bisa disewakan atau dijual kembali. Sedangkan apartemen diincar oleh orang yang memiliki keterbatasan dana atau hanya berencana untuk menetap di daerah tersebut selama beberapa waktu saja.

4. Status apartemen, flat, dan kondominium di beberapa negara

google.com

Istilah flat umumnya digunakan oleh masyarakat Inggris, Amerika Utara, dan sebagian negara di Asia Tenggara. Di Malaysia, istilah flat sering diremehkan karena mengacu pada unit hunian vertikal untuk kelas menengah kebawah yang sering disebut juga sebagai rumah susun. Sedangkan istilah apartemen mengacu pada unit hunian vertikal kelas menengah keatas atau elit. Hong Kong juga mengenal istilah flat.

Di Indonesia sendiri, banyak masyarakat awam menganggap kondominium adalah hunian vertikal yang elit dan levelnya lebih tinggi dari apartemen.

Demikian perbedaan dari apartemen, flat, dan kondominium. Semoga dengan penjelasan singkat tadi, pengetahuanmu seputar dunia properti jadi bertambah, ya!

Artikel Ini Telah Tayang di dekoruma.com dengan Judul: Apa Perbedaan Apartemen, Flat, dan Kondominium?

Editor: Antariksa Group

Bagikan :